Sharing Files Menggunakan Samba
Lansung saja.. sesuai judulnya.. bet.. bet.. bet..
Ini langkah-langkah kalo mau sharing file di Slackware via samba.. :
- Login sebagai root, lalu copy sample file konfigurasi samba pada direktori /etc/samba/smb.conf-sample ke direktori yang sama dan ubah namanya menjadi smb.conf dengan perintah
cp /etc/samba/smb.conf-sample /etc/samba/smb.conf - Buka file smb.conf menggunakan editor favorit Anda, lalu cari bagian global settings dan cari baris yang bertuliskan security = user. Gantilah menjadi security=shared.
- Tambahkan folder yang ingin di-share dengan menambahkan konfigurasi berikut pada file smb.conf :
- Untuk masing-masing folder yang akan dishare dibuatkan konfigurasi seperti di atas. Jika konfigurasi selesai, simpan file tersebut.
- Jalankan perintah chmod +x /etc/rc.d/rc.samba, agar samba dapat dijalankan dan aktif secara otomatis sewaktu booting.
- Restart komputer Anda atau jalankan perintah
/etc/rc.d/rc.samba startuntuk mengaktifkan samba.
[(nama_folder_yang_akan_tampil_di_jaringan)]
comment = (deskripsi_terserah)
path = (path_folder_yang_dishare)
public = yes
read only = no
Untuk mengakses folder yang dishare dari komputer lain, ketikkan URL pada file browser Anda : smb://<ip_address_yang_dituju>/
Jika komputer yang mengakses menggunakan Win****, maka untuk mengaksesnya, ketikkan \\<ip_address_yang_dituju>\
Semoga membantu…
Menginstall Oracle 10g di Slackware
Create Oracle user and install and management groups (as root):
groupadd dba
groupadd oinstall
adduser oracle #make the initial group oinstall, and additional groups dba,users
Download (this may not work, in which case you will have to go to http://www.oracle.com to get the download):
wget http://download.oracle.com/otn/linux/oracle10g/ship.db.cpio.gz
unpack:
gunzip ship.db.cpio.gz
cpio -idmv < ship.db.cpio
If your swapdisk is less than a 1GB, then;
dd if=/dev/zero of=/directory/with/much/free/space/tempswap bs=1k count=1000000
chmod 600 tempswap
mke2fs tempswap
mkswap tempswap
swapon tempswap
Next, check required system memory, run this:
sysctl -a
And check those values against these:
Needed Check with
shmmax = 2147483648 cat /proc/sys/kernel/shmmax
shmmni = 4096 cat /proc/sys/kernel/shmmni
shmall = 2097152 cat /proc/sys/kernel/shmall
shmmin = 1 ipcs -lm |grep “min seg size”
semmsl = 250 cat /proc/sys/kernel/sem | awk ‘{print $1}’
semmns = 32000 cat /proc/sys/kernel/sem | awk ‘{print $2}’
semopm = 100 cat /proc/sys/kernel/sem | awk ‘{print $3}’
semmni = 128 cat /proc/sys/kernel/sem | awk ‘{print $4}’
file-max = 65536 cat /proc/sys/fs/file-max
ip_local_port_range = 1024 65000 cat /proc/sys/net/ipv4/ip_local_port_range
Note: Don’t change the value of any kernel parameter on a system where it is already higher than listed as Needed.
If they are found lacking, modify /etc/sysctl.conf:
# Kernel Parameters for Oracle 10.1.0
kernel.shmall = 2097152
kernel.shmmax = 2147483648
kernel.shmmni = 4096
kernel.sem = 250 32000 100 128
fs.file-max = 65536
net.ipv4.ip_local_port_range = 1024 65000
Then, to make these values effective immediately (without a reboot), run:
sysctl -p
Read the rest of this entry »
Mengasosiasikan Wireless Chipset RaLink ke AP di Linux
Jika Anda mempunyai laptop yang ber-OS Linux dan mempunyai wireless berchipset RaLink, ada kemungkinan Anda mengalami hal yang sama seperti saya. Wireless di laptop saya terdeteksi sebagai RaLink RT2860(node ra0). Driver untuk wireless ini bisa didownload di http://www.ralinktech.com/ralink/Home/Support/Linux.html. Setelah diinstall dengan mengikuti petunjuk dari README driver tersebut, akhirnya wireless saya bisa terdeteksi dengan baik. Namun, ketika dicoba diasosiaskan ke access point menggunakan perintah iwconfig, ssid selalu lenyap entah ke mana. Setelah diteliti, ternyata dapat disimpulkan bahwa jika mengasosiaskan ke access point yang berpassword atau mempunyai key, ssid akan selalu hilang. Waw.. serasa agak menyesal membeli laptop ini.. Namun setelah membaca README drivernya sekali lagi, ternyata di situ terdapat tulisan bahwa driver ini tidak support command iwconfig yang mengisikan key menggunakan keyword key restricted. di README tersebut, dituliskan bahwa cara mengasosiasi wireless dengan AP menggunakan driver ini adalah menggunakan perintah iwpriv. Berikut detailnya :
a> Config STA to link with AP which is OPEN/NONE(Authentication/Encryption)
1. iwpriv ra0 set NetworkType=Infra
2. iwpriv ra0 set AuthMode=OPEN
3. iwpriv ra0 set EncrypType=NONE
4. iwpriv ra0 set SSID=”AP’s SSID”
b> Config STA to link with AP which is SHARED/WEP(Authentication/Encryption)
1. iwpriv ra0 set NetworkType=Infra
2. iwpriv ra0 set AuthMode=SHARED
3. iwpriv ra0 set EncrypType=WEP
4. iwpriv ra0 set DefaultKeyID=1
5. iwpriv ra0 set Key1=”AP’s wep key”
6. iwpriv ra0 set SSID=”AP’s SSID”
c> Config STA to link with AP which is WPAPSK/TKIP(Authentication/Encryption)
1. iwpriv ra0 set NetworkType=Infra
2. iwpriv ra0 set AuthMode=WPAPSK
3. iwpriv ra0 set EncrypType=TKIP
4. iwpriv ra0 set SSID=”AP’s SSID”
5. iwpriv ra0 set WPAPSK=”AP’s wpa-preshared key”
6. iwpriv ra0 set SSID=”AP’s SSID”
d> Config STA to link with AP which is WPAPSK/AES(Authentication/Encryption)
1. iwpriv ra0 set NetworkType=Infra
2. iwpriv ra0 set AuthMode=WPAPSK
3. iwpriv ra0 set EncrypType=AES
4. iwpriv ra0 set SSID=”AP’s SSID”
5. iwpriv ra0 set WPAPSK=”AP’s wpa-preshared key”
6. iwpriv ra0 set SSID=”AP’s SSID”
e> Config STA to link with AP which is WPA2PSK/TKIP(Authentication/Encryption)
1. iwpriv ra0 set NetworkType=Infra
2. iwpriv ra0 set AuthMode=WPA2PSK
3. iwpriv ra0 set EncrypType=TKIP
4. iwpriv ra0 set SSID=”AP’s SSID”
5. iwpriv ra0 set WPAPSK=12345678
6. iwpriv ra0 set SSID=”AP’s SSID”
f> Config STA to create/link as adhoc mode, which is OPEN/NONE(Authentication/Encryption)
1. iwpriv ra0 set NetworkType=Adhoc
2. iwpriv ra0 set AuthMode=OPEN
3. iwpriv ra0 set EncrypType=NONE
4. iwpriv ra0 set SSID=”Adhoc’s SSID”
g> Config STA to create/link as adhoc mode, which is WPANONE/TKIP(Authentication/Encryption)
1. iwpriv ra0 set NetworkType=Adhoc
2. iwpriv ra0 set AuthMode=WPANONE
3. iwpriv ra0 set EncrypType=TKIP
4. iwpriv ra0 set SSID=”AP’s SSID”
5. iwpriv ra0 set WPAPSK=12345678
6. iwpriv ra0 set SSID=”AP’s SSID”
h> Get site survey
usage: iwpriv ra0 get_site_survey
i> Get Statistics
usage: iwpriv ra0 stat ; read statistic counter
iwpriv ra0 set ResetCounter=0 ; reset statistic counter
j> Link with an AP which is the largest strength ; set ANY SSID (ssidLen=0)
usage: iwconfig ra0 essid “”
or
usage: iwpriv ra0 set SSID=”"
Dari percobaan saya, perintah tersebut harus ditulis urut dan satu per satu. Agak aneh memang, tapi baru bisa connect dengan cara begitu..
Nah, semoga tulisan saya ini dapat membantu Anda yang mempunyai masalah yang sama dengan saya….
Biasakan Cukup Minum Air Putih Yuk
Ada banyak pekerjaan yang menuntut kita untuk duduk berlama-lama, contohnya programmer, karyawan kantoran atau kadang-kadang yang masih mahasiswa pun bisa jadi duduk seharian di depan komputer untuk mengerjakan tugasnya yang seabrek, nge-game atau membuat sesuatu yang lain. Hal ini bisa menyebabkan pinggang terasa pegal. Bila sudah begini, berarti tandanya bahwa kita kurang minum air putih. Seharusnya, air putih harus diminum 8 gelas atau 2 liter sehari untuk menggantikan cairan tubuh yang keluar melalui keringat dan air seni. Jika asupan air dalam tubuh kurang, maka ginjal akan menyerap air dari komponen tubuh yang lain yang mengandung banyak air, yaitu darah dan otak. Akibatnya darah mengental sehingga kita merasa lebih lemas, dan kerja otak tidak maksimal mengingat otak juga butuh air. Selain itu kerja ginjal juga menjadi semakin berat.
Dengan cukup minum air putih, maka semua organ tubuh kita akan bekerja dengan baik, menyegarkan kulit, memelihara fungsi ginjal dan mempertahankan kerja normal usus untuk memperlancar BAB. Maka dari itu, ayo membiasakan diri dengan cukup minum air putih untuk hidup sehat sejak dini.
KDE 4.2 Review
Setelah hampir seminggu mencoba KDE 4.2 di Slackware, saya ingin membagikan testimoni singkat untuk mereview KDE 4.2 ini :
- Menurut saya, tampilan KDE 4.2 bisa dibilang hampir sempurna. Efek-efek desktopnya bikin jatuh hati. Design window managernya pun bagus, namun dengan kebagusan-kebagusan tampilan yang ada tidak membuat komputer menjadi lemot.. Salut deh….
- Banyak fitur dan aplikasi tambahan yang lebih mempermudah user menggunakan KDE. Nggak ketinggalan juga widget-widget baru untuk mempercantik desktop.
- Berpindahnya penggunaan Qt dari Qt3 menjadi Qt4 membuat KDE 3.x.x dan KDE 4.x.x kurang compatible. Akibatnya jika Anda upgrade dari KDE 3 ke KDE 4, ada beberapa aplikasi yang mungkin dulu Anda install di KDE 3 tidak dapat berjalan di KDE 4. Namun menurut saya ini memang sudah menjadi resiko yang harus ditanggung untuk mencapai suatu hal yang lebih baik.
- Nhah.. terakhir.. ini saya tampilkan sedikit cuplikan desktop saya menggunakan KDE 4 :

Efek Desktop Cube

Efek Cover Switch
Upgrade Slackware ke KDE 4.2
Akhirnya KDE 4.2 stable udah rilis juga.. Nah bagi para slackers, aku mau bagi2 tutorial cara upgrade ke KDE 4.2.
- Download paket-paket yang ada di slackware-current yang diperlukan untuk menginstall KDE 4.2 di mirror slackware terdekat. Pada umumnya terdapat pada direktori slackware-current/testing/packages/kde4/
- Backuplah directori .kde pada home direktori Anda, dan juga /etc/kde. File-file ini dibackup agar nanti jika Anda kembali ke KDE 3 tidak usah mengkonfigurasi ulang sistem Anda. Cukup copy kan file-file yang sudah dibackup tadi pada tempatnya semula.
- Keluar dari KDE dan masuklah ke mode teks atau window manager yg lain. Tapi kalau saya lebih suka pakai mode teks. Login sebagai root.
- Hapus semua paket KDE 3 dengan script bash yang sudah tersedia, yaitu script remove-kde3.sh. Abaikan semua pesan yg ada di sana. Pokoknya setelah menjalankan script ini dijamin paket2 KDE 3 dijamin bersih.. Ada baiknya juga Anda juga menjalankan script remove-kde4.sh untuk membersihkan paket-paket KDE 4 jika Anda dulu pernah menginstallnya. Nah, sampai di sini, komputer Anda bebas dari window manager yg bernama KDE
- Hapuslah directori .kde pada home direktori Anda, dan juga /etc/kde. Lhoh, kok dihapus? Iya. Supaya menghindari masalah saat instalasi KDE 4.2 nanti. Toh file-file tersebut sudah dibackup.
- Install semua paket-paket pada direktori deps, extragear, kde, dan kde3-compat dengan perintah(sebagai root)
upgradepkg --install-new deps/*.tgz extragear/*.tgz kde/*.tgz kde3-compat/*.tgz
- Jalankan perintah xwmconfig untuk memilih window manager KDE yang baru.
- Jalankan kembali X Window dengan perintah startx.
Selesai!
KDE 4.2 pun sudah bisa dinikmati.
Catatan :
- Hapus paket yg bernama hplip-2.8.10-i486-1 dengan pkgtool, karena paket ini membutuhkan PyQt 3 yang sudah tidak terinstall lagi di sistem Anda. Jadi daripada ada tapi tidak berguna, mending dihapus saja sekalian.
- KDE 4.2 sudah ada bawaan efek-efek seperti compiz/compiz-fusion. Jadi kalau Anda sebelumnya menginstall paket2 compiz-fusion, lebih baik dihapus saja.
- Di KDE 4.2 ini, aplikasi Quanta+ akan hilang entah kemana.. hehehe.. Jadi para pencinta Quanta+ akan bersedih hati tampaknya.
Blog NjeBlog
Hiks.. hiks.. sebulan ini blogku nggak terurus, nggak update juga…
Lagi belajar linux lagi + bash scripting… semoga habis ini bisa bagi-bagi ilmu lagi.. Semangat!!!
Mematikan aRts Daemon Service
Jika Anda menggunakan KDE sebagai window manager Anda di linux, aRts sering menjadi masalah jika dijalankan berbarengan dengan ALSA. Kadang bisa crash.. Jika sudah crash, mungkin suara hilang sampai separah-parahnya komputer bisa ngehang. Solusinya agar tidak crash dengan ALSA adalah mematikan aRts-nya itu sendiri.. Nah, tapi kalo aRts dimatikan, nanti suara pada event-event KDE menjadi tidak bersuara lagi donk, karena aRts digunakan untuk memainkan system notification di KDE.??
Yup.. memang menjadi tidak bersuara, tapi ada alternatif lain agar system notification pada KDE tetap dapat berjalan. Berikut ini langkah-langkahnya :
- Matikan aRts sound server
Anda dapat mematikannya dengan cara masuk ke KDE control center, lalu pilih sound & multimedia, lalu pilih sound system. Uncheck pilihan Enable the sound system dan applylah. - Ganti player settings pada system notifications dengan external player
Cara menggantinya adalah dengan masuk ke KDE control center, lalu pilih system notifications. Setelah itu pada bagian kanan bawah klik tombol “Player Settings”. Ubah dari pilihan “Use the KDE sound system” ke “Use an external player”. Isikan play pada textbox dibawah pilihan tersebut. Klik OK lalu Apply..
Selesai..
Biar mantap, restrart KDEnya.. Kini komputer Anda tidak bermasalah lagi dengan aRts dan sound tetap berjalan baik..
14 Guidance of Human Life-人生十四最-Ren Sheng Shi Si Zui
[1]
最大的敌人是自己
Musuh terutama manusia adalah diri sendiri
Life’s greatest enemy is ourself
[2]
最大的失败是自大
Kegagalan terutama manusia adalah kesombongan
Life’s greatest failure is arrogant
[3]
最大的无知是欺骗 / 人生最大的欺騙是無智
Kebodohan terutama manusia adalah sifat menipu
Life’s greatest ignorance is dupe
[4]
最大的悲哀是嫉妒
Kesedihan terutama manusia adalah rasa iri hati
Life’s greatest sorrow is jealousy
[5]
最大的错误是自弃
Kesalahan terutama manusia adalah campak diri
Life’s greatest erroneous is self-abandon
[6]
最可佩服的是精进
Sifat manusia yang paling terpuji adalah semangat perjuangan untuk maju
Life’s greatest admiration is choice of advancing
[7]
最大的欣慰是布施
Ketentraman dan kedamaian terutama manusia adalah suka berdana dan beramal
Life’s greatest gratification is alms
[8]
最大的财富是建康
Harta terutama manusia adalah kesehatan
Life’s greatest wealth is healthiness
[9]
最大的礼物是宽恕
Hadiah terutama manusia adalah lapang dada dan mau memaafkan
Life’s greatest gift is forgiveness
[10]
最可怜的性情是自卑
Sifat manusia terkasihan adalah rasa rendah diri
Life’s greatest pitiable disposotion is self-abased
[11]
最大的罪過自欺欺人
Dosa terutama manusia adalah menipu diri dan orang lain
Life’s greatest sin is to deceive oneself
[12]
最大的債務是人情債
Hutang terbesar manusia adalah hutang budi
Life’s greatest liabilities is a debt of human sympathy
[13]
最大的欠缺是悲智
Kekurangan terbesar manusia adalah sifat berkeluh kesah dan tidak memiliki kebijaksanaan
Life’s greatest imperfection is melancholy wisdom
[14]
最大的破產是絕望
Kehancuran terbesar manusia adalah rasa putus asa
Life’s greatest insolvent is despair
Hari ini menjelang tahun baru 2009…
Semoga di tahun yang baru nanti segalanya menjadi lebih baik. Amiinn…
Kenapa Slackware?
Dalam memilih distro linux, kita mungkin bingung karena saking banyaknya pilihan distro. Apalagi kalau baru mulai mengenal linux.. Wah.. mau install linux yang mana ya??? Sebetulnya setiap distro linux menawarkan keunikannya sendiri-sendiri. Misalnya Ubuntu menawarkan ease-of-use nya, Fedora menawarkan kecantikannya, openSUSE menawarkan kompatibilitasnya terhadap Windows dan Slackware menawarkan kesimpelan, keringanan dan kestabilan distronya. Namun pada umumnya, sekarang distro linux sudah sangat mudah digunakan karena sepertinya para developer linux sudah mulai menganggap linux juga bisa difungsikan untuk komputer desktop.
Nah, dalam perjuangan saya memilih distro dari mencoba-coba Ubuntu, Fedora, OpenSUSE, Mandriva dan Slackware, akhirnya saya stop di Slackware dan saat ini saya menggunakan Slackware 12.2. Mengapa saya fix dan merasa nyaman menggunakan Slackware?Nha ini dia jawabannya :
- Secara default, Slackware menyediakan tools-tools untuk programming
Bagi Anda-Anda yang suka programming(aliran opensource
), cobalah distro yang satu ini. Pertama kali install Slackware sudah tersedia tools antara lain : KDevelop(untuk C/C++, KDE(Qt3 dan Qt4), Ruby dan HTML), Java Runtime Environtment, Quanta Plus(HTML, PHP, CSS, JavaScript dll lengkap dengan intellisensenya), Cervisia(CVS) dan KDiff(untuk meng-compare source code). Bagi yang suka Java, Java Development Kit 6 update 11 sudah tersedia di paket extra di CD 4 Slackware. - Simpel
Slackware itu simple. Maksudnya konfigurasi dari aplikasi-aplikasi yang ada masih original dari yang membuat project. Juga tidak ada wallpaper tambahan dan tambahan-tambahan lain yang tidak perlu. Sistem dari Slackware juga dianggap paling mirip dengan UNIX. Namun seringkali kesimpelan-kesimpelan tersebut membuat distro ini kurang nyaman dipakai oleh pemula karena kurangnya fasilitas berbasis GUI. - Slackware support MP3 by default
Distro-distro besar selain Slackware seperti Ubuntu, openSUSE dan Fedora tidak bisa memainkan file MP3 secara default karena memang tidak menyertakan codecnya(MP3 dianggap format terlarang, dalam artian dianggap memicu pembajakan). Jadi kalo mau mendengarkan lagu kesayangan harus download codecnya di situs repositori.. wah repot bagi saya. hehe… - Slackware itu stabil
Patrick Volkerding si pembuat Slackware berusaha untuk merilis distronya sestabil mungkin. Mulai dari paket-paket defaultnya yang disertakan adalah 99,9% merupakan paket stabil. Tapi hal ini agak sedikit mengorbankan ke-up to date-an paket-paket yang ada. Misal Slackware yang paling baru(12.2) masih menggunakan KDE 3.5.10, padahal KDE 4.1 sudah dirilis. Slackware 12.2 juga masih menggunakan Amarok 1.4 padahal Amarok 2.0 sudah rilis. Hal ini semata-mata demi sebuah kestabilan.
Slackware juga tahan nyala berhari-hari bahkan berminggu-minggu. Tidak seperti distro lain yang pernah saya coba. kadang-kadang sewaktu mengkopi file tiba-tiba hang atau tanpa sebab hang sendiri atau waktu mencoba-coba screensaver juga pernah hang. Slackware bebas dari itu semua. - Belajar Salckware berarti belajar linux
Pernah saya lihat di internet ada yang mengungkapkan seperti ini : “If you want to learn Red Hat, then start learning Red Hat, but if you want to learn Linux, start learning Slackware”. Ya, menurut saya ungkapan itu benar adanya. Karena menurut pengalaman saya, dulu ketika saya masih menggunakan distro selain Slackware saya tidak tahu dalamnya linux itu seperti apa karena sudah saking nyamannya menggunakan distro-distro tersebut. Tapi setelah menggunakan Slackware, secara tidak langsung saya seperti dipaksa untuk mempelajari sistem operasi LINUX. Jika Anda tidak percaya, cobalah sendiri.. hehehe - Manajemen paket di Slackware lebih mudah dari distro lain
Kalau orang bicara paket di linux, pasti terpikir juga istilah dependensi. Dependensi adalah paket lain yang dibutuhkan untuk menginstall paket yang dimaksud. Nah distro-distro seperti keluarga Debian menggunakan ekstensi .deb dan keluarga Red Hat menggunakan ekstensi .rpm untuk paketnya. Namun sayangnya manajemen paket-paket tersebut hanya berdampak pada kemudahan instalasi paket saja dan tidak membantu sama sekali dalam masalah dependensi. Nah, tidak demikian dengan Slackware. Slackware menawarkan manajemen paketnya yang berekstensi tgz, yang di dalamnya sudah dibundle dependensi dari aplikasi tersebut. Jadi kalau download paket tgz, tidak usah mikir dependensinya.. Asik sekali kan?
Dan lagi, kita bisa membuat paket tgz sendiri menggunakan Slackbuild script, atau bisa langsung pakai Slackbuild scriptnya yang bisa didownload di http://slackbuild.org/
Nah itu adalah alasan saya kenapa menggunakan Slackware. Tapi memilih distro juga merupakan selera. Jadi tetap pastikan oleh Anda sendiri, distro mana yang paling cocok buat Anda.
