BENJAMIN FRANKLIN (1706-1790) – Seorang Pendiri Bangsa yang Tahu Nilai Doa
Kebanyakan orang mungkin sulit untuk berhasil dalam kehidupan dengan hanya mengecap dua tahun pendidikan formal, tetapi itulah permulaan hidup Benjamin Franklin.
Satu dari tujuh belas anak-anak, Ben kebanyakan belajar secara otodidak, dan setelah berhenti dari pekerjaan awalnya di bisnis percetakan, ia bekerja di Inggris. Ia kemudian pindah ke Philadelphia, di mana ia mendirikan bisnis percetakan dan bisnis koran sendiri. Ia sering menulis dengan nama samaran, termasuk sebuah karakter dengan nama “Silence Dogood” di Boston. “Poor Richard” adalah suara Ben dalam mengekspresikan pemikirannya tentang kebebasan, keadilan, dan semangat bersama. “Poor Richard Almanack”, yang tidak hanya ditulisnya tetapi juga diterbitkannya, menjadi buku yang paling dibaca setelah Alkitab di negara-negara koloni Amerika.
Franklin seorang penulis yang kreatif, seorang penemu, dan seorang murid. Beberapa di antara penemuannya adalah sebuah kompor yang memancarkan lebih banyak panas daripada tungku api konvensional, antena petir, teropong kursi goyang, dan instrumen musik yang disebutnya sebagai “armonica”. Franklin tidak pernah mematenkan penemuannya – ia mempersembahkan penemuan-penemuannya bagi banyak orang.
Franklin juga dikenal sebagai seorang pemimpin dan inovator pelayanan sosial. Ia membantu mendirikan perpustakaan umum pertama di Amerika Utara, kesatuan polisi, pemadam kebakaran sukarela, layanan pengumpulan sampah pertama, dan sebuah akademi yang menjadi the University of Pennsylvania (Universitas Pennsylvania).
Ia pensiun dari bisnis percetakannya pada usia empatpuluh dua tahun untuk mengejar “hobi-hobinya”. Selama waktu ini ia belajar bahasa Spanyol, Perancis, Italia, Jerman, dan Latin; melanjutkan penemuan-penemuannya, menjadi tertarik kepada perlistrikan; dan bekerja untuk pemerintahan kolonial. Ia dikirim oleh koloni-koloni ke Inggris pada tahun 1757 dalam usaha meyakinkan Inggris untuk memegang hak-hak kolonial. Ketika disadarinya bahwa Inggris tidak akan mendengarkan pengaduan-pengaduan kolonial, ia kembali pada tahun 1775 untuk membantu menulis rancangan the Declaration of Independence (Deklarasi Kemerdekaan). Pada akhir Revolusi, ia menjadi juru damai dengan Inggris dan menjadi wakil Amerika pertama terhadap Perancis.
Tahun 1780-an, ia dipanggil untuk membantu menulis rancangan Undang-Undang Amerika. Pada tahun 1787 dalam Konvensi Konstitusional, Ben mengambil posisi yang sangat berani. Konvensi terancam batal mengenai isu apakah negara-negara bagian kecil harus memiliki hak yang sama seperti negara-negara bagian besar. Kebuntuan tersebut semakin mencemaskan. Dalam usia delapan puluh satu tahun, Franklin muncul dengan sebuah usulan. Ia yakin bahwa Alkitab benar dalam mengatakan, “Jikalau bukan Tuhan yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya” (Mazmur 127:1), dan ia mengatakan: “Hadirin sekalian, saya telah hidup lama dan saya yakin bahwa allah mengatur hidup manusia. Jika seekor burung pipit tidak dapat jatuh ke tanah tanpa sepengetahuan Allah, apakah mungkin sebuah kerajaan dapat berdiri tanpa bantuan Allah? Saya mengucapkan doa tersebut memohon bantuan dari Sorga setiap pagi sebelum kita melanjutkan pekerjaan kita”. Pergolakan terus berjalan. Sejak itu, doa selalu dinaikkan setiap pagi sampai sebuah kompromi tercapai.

wah, mulai nulis artikel2 rohani neh….
sip2….
lanjut gan
y7else
November 10, 2008 at 11:17 pm
wew…keren
dari dulu mang aku salah satu fansnya Benyamin franklin. kalo mau tau orang keren lainnya coba kamu bahas atau cari tentang Hudson Taylor, yang berubah dari bule jadi tiong hoa demi Tuhan atau Watchman Nee yang lidahnya dipotong demi Injil….
vtjahyono
November 11, 2008 at 12:03 am
hmm, saya juga suka sama benjamin franklin, sekarang saya coba mengumpulkan foto – fotonya yang di kertas warna hijau itu lho ..
maychaell adinata
November 12, 2008 at 7:16 am
emmmm setuju aku, wong aku idola bangetttt’
wangnoni
November 12, 2008 at 11:10 am
[...] daku ??? emmm apa yg terjadi pada diriku yachhh ??? walahhh aku sendiri jadi bingung, tapi pagi ini buka blognya teman baru jadi malu dan hampir tersadarkan emmm hampir sichhh’ ternyata selama ini aku kurang sekali [...]
Sahabat Wanita » Blog Archive » Doa AjaH’
November 12, 2008 at 11:43 am
thanks bro jadi terinspirasi aku hari ini karena tulisan diatas,.
wangnoni
November 12, 2008 at 11:44 am
Not the gun, but the man behind the gun..
Ifoel
November 12, 2008 at 11:53 pm
tolong link ataupun blog roll nya docg di website ataupun di blog pribadi anda semuanya untuk lomba seo dunia agar nama indonesia kembali harum di dunia karena prestasinya bukan malah cyber crime nya ok???
selengkapnya baca di wangnoni.com
fify
November 29, 2008 at 12:46 am