Posts Tagged ‘linux’
KDE 4.2 Review
Setelah hampir seminggu mencoba KDE 4.2 di Slackware, saya ingin membagikan testimoni singkat untuk mereview KDE 4.2 ini :
- Menurut saya, tampilan KDE 4.2 bisa dibilang hampir sempurna. Efek-efek desktopnya bikin jatuh hati. Design window managernya pun bagus, namun dengan kebagusan-kebagusan tampilan yang ada tidak membuat komputer menjadi lemot.. Salut deh….
- Banyak fitur dan aplikasi tambahan yang lebih mempermudah user menggunakan KDE. Nggak ketinggalan juga widget-widget baru untuk mempercantik desktop.
- Berpindahnya penggunaan Qt dari Qt3 menjadi Qt4 membuat KDE 3.x.x dan KDE 4.x.x kurang compatible. Akibatnya jika Anda upgrade dari KDE 3 ke KDE 4, ada beberapa aplikasi yang mungkin dulu Anda install di KDE 3 tidak dapat berjalan di KDE 4. Namun menurut saya ini memang sudah menjadi resiko yang harus ditanggung untuk mencapai suatu hal yang lebih baik.
- Nhah.. terakhir.. ini saya tampilkan sedikit cuplikan desktop saya menggunakan KDE 4 :

Efek Desktop Cube

Efek Cover Switch
Kenapa Slackware?
Dalam memilih distro linux, kita mungkin bingung karena saking banyaknya pilihan distro. Apalagi kalau baru mulai mengenal linux.. Wah.. mau install linux yang mana ya??? Sebetulnya setiap distro linux menawarkan keunikannya sendiri-sendiri. Misalnya Ubuntu menawarkan ease-of-use nya, Fedora menawarkan kecantikannya, openSUSE menawarkan kompatibilitasnya terhadap Windows dan Slackware menawarkan kesimpelan, keringanan dan kestabilan distronya. Namun pada umumnya, sekarang distro linux sudah sangat mudah digunakan karena sepertinya para developer linux sudah mulai menganggap linux juga bisa difungsikan untuk komputer desktop.
Nah, dalam perjuangan saya memilih distro dari mencoba-coba Ubuntu, Fedora, OpenSUSE, Mandriva dan Slackware, akhirnya saya stop di Slackware dan saat ini saya menggunakan Slackware 12.2. Mengapa saya fix dan merasa nyaman menggunakan Slackware?Nha ini dia jawabannya :
- Secara default, Slackware menyediakan tools-tools untuk programming
Bagi Anda-Anda yang suka programming(aliran opensource
), cobalah distro yang satu ini. Pertama kali install Slackware sudah tersedia tools antara lain : KDevelop(untuk C/C++, KDE(Qt3 dan Qt4), Ruby dan HTML), Java Runtime Environtment, Quanta Plus(HTML, PHP, CSS, JavaScript dll lengkap dengan intellisensenya), Cervisia(CVS) dan KDiff(untuk meng-compare source code). Bagi yang suka Java, Java Development Kit 6 update 11 sudah tersedia di paket extra di CD 4 Slackware. - Simpel
Slackware itu simple. Maksudnya konfigurasi dari aplikasi-aplikasi yang ada masih original dari yang membuat project. Juga tidak ada wallpaper tambahan dan tambahan-tambahan lain yang tidak perlu. Sistem dari Slackware juga dianggap paling mirip dengan UNIX. Namun seringkali kesimpelan-kesimpelan tersebut membuat distro ini kurang nyaman dipakai oleh pemula karena kurangnya fasilitas berbasis GUI. - Slackware support MP3 by default
Distro-distro besar selain Slackware seperti Ubuntu, openSUSE dan Fedora tidak bisa memainkan file MP3 secara default karena memang tidak menyertakan codecnya(MP3 dianggap format terlarang, dalam artian dianggap memicu pembajakan). Jadi kalo mau mendengarkan lagu kesayangan harus download codecnya di situs repositori.. wah repot bagi saya. hehe… - Slackware itu stabil
Patrick Volkerding si pembuat Slackware berusaha untuk merilis distronya sestabil mungkin. Mulai dari paket-paket defaultnya yang disertakan adalah 99,9% merupakan paket stabil. Tapi hal ini agak sedikit mengorbankan ke-up to date-an paket-paket yang ada. Misal Slackware yang paling baru(12.2) masih menggunakan KDE 3.5.10, padahal KDE 4.1 sudah dirilis. Slackware 12.2 juga masih menggunakan Amarok 1.4 padahal Amarok 2.0 sudah rilis. Hal ini semata-mata demi sebuah kestabilan.
Slackware juga tahan nyala berhari-hari bahkan berminggu-minggu. Tidak seperti distro lain yang pernah saya coba. kadang-kadang sewaktu mengkopi file tiba-tiba hang atau tanpa sebab hang sendiri atau waktu mencoba-coba screensaver juga pernah hang. Slackware bebas dari itu semua. - Belajar Salckware berarti belajar linux
Pernah saya lihat di internet ada yang mengungkapkan seperti ini : “If you want to learn Red Hat, then start learning Red Hat, but if you want to learn Linux, start learning Slackware”. Ya, menurut saya ungkapan itu benar adanya. Karena menurut pengalaman saya, dulu ketika saya masih menggunakan distro selain Slackware saya tidak tahu dalamnya linux itu seperti apa karena sudah saking nyamannya menggunakan distro-distro tersebut. Tapi setelah menggunakan Slackware, secara tidak langsung saya seperti dipaksa untuk mempelajari sistem operasi LINUX. Jika Anda tidak percaya, cobalah sendiri.. hehehe - Manajemen paket di Slackware lebih mudah dari distro lain
Kalau orang bicara paket di linux, pasti terpikir juga istilah dependensi. Dependensi adalah paket lain yang dibutuhkan untuk menginstall paket yang dimaksud. Nah distro-distro seperti keluarga Debian menggunakan ekstensi .deb dan keluarga Red Hat menggunakan ekstensi .rpm untuk paketnya. Namun sayangnya manajemen paket-paket tersebut hanya berdampak pada kemudahan instalasi paket saja dan tidak membantu sama sekali dalam masalah dependensi. Nah, tidak demikian dengan Slackware. Slackware menawarkan manajemen paketnya yang berekstensi tgz, yang di dalamnya sudah dibundle dependensi dari aplikasi tersebut. Jadi kalau download paket tgz, tidak usah mikir dependensinya.. Asik sekali kan?
Dan lagi, kita bisa membuat paket tgz sendiri menggunakan Slackbuild script, atau bisa langsung pakai Slackbuild scriptnya yang bisa didownload di http://slackbuild.org/
Nah itu adalah alasan saya kenapa menggunakan Slackware. Tapi memilih distro juga merupakan selera. Jadi tetap pastikan oleh Anda sendiri, distro mana yang paling cocok buat Anda.
Linux Installfest UKDW
Hari ini, Sabtu tanggal 6 Desember 2008 digelar installfest linux di atrium gedung Agape UKDW. Installfest ini dibuka untuk umum. Jadi siapa saja yang PC/laptopnya mau diinstalin linux(dualboot maupun murni linux) dan punya waktu ke sana datang aja. Acara ini dibuka dari jam 9 sampai sore. Mungkin sekitar jam 3 atau setengah 4.
Distro yang disediakan panitia adalah distro-distro besar seperti Ubuntu, OpenSUSE, Fedora, PC Linux OS, Xandros, Gentoo, Mandriva, Slackware, Mepis, Knoppix dan masih banyak lagi. Tapi kabarnya beberapa distro kecil juga disediakan… Mau sharing, konsultasi atau sekedar tanya-tanya juga boleh.
Acara ini diselenggarakan oleh NetClub UKDW dengan KSL(Kelompok Studi Linux) UKDW. Tujuan dari event ini adalah menyosialisasikan opensource kepada masyarakat. Ada gratisan yang bagus lho, jadi ngapain bayar atau mbajak.. hehehe…
Akhirnya… Bisa Connect Speedy Pakai Slackware 12.1
Udah 2 hari aku nggak bisa connect internet… Kemaren habis install Slackware 12.1 di compieku… Sebelum pake Slackware aku pake Opensuse 11.0.. Wew.. di compieku Opensuse banyak error… apa karena masih versi 11.0 ya? Hehe.. menurut pengamatan sih biasanya Opensuse udah stabil dan paling enak dipakai pada versi X.3(X diganti angka)….
Tapi yang jelas setelah mencoba Slackware untuk yang kedua kalinya…. akhirnya aku bisa luluh sama disro yang satu ini
.. Pertama kali mencoba Slack, pertama kali pula aku benar2 menjajal linux… belom terbiasa sama sekali. Padahal di Slackware, umumnya konfigurasi manual dan pada saat itu nggak ada yang bantuin belajar selain seorang dosenku. Pak Willy namanya… Jadi pertama belajar linux.. susahnya minta ampun dah… Tapi akhirnya setelah 4 bulan pake linux akhirnya terbiasa juga… dari Slackware, Ubuntu, Fedora, Mandriva, OpenSUSE….. akhirnya kembali ke Slackware lagi… wew.. udah bosen ganti-ganti distro terus… Moga-moga stop aja di sini…
Nah kemaren sempat berpikir mau pindah lagi karena nggak bisa konek internet.. tapi dengan ketabahan hati… aku seharian googling di warnet, konfigurasi network di rumah, googling lagi, konfigurasi network lagi… sampai capek bolak-balik warnet-rumah berapa kali… akhirnya hari pertama gagal.. Hari kedua.. gagal juga… akhirnya hari ketiga(hari ini), setelah ketemu dedengkot Slackware di kampus alias Pak Willy.. akhirnya aku dapet pencerahan dan akhirnya bisa!!!!!!!! Wwkwkwkw… seneng banget aku.. ternyata pake DHCP aja dan hidupin modem sebelum komputer on bisa.. Nah ini tutorialnya :
- Connectkan komputer ke 192.168.1.1
Dengan mengconnectkan komputer ke alamat IP tersebut, kamu akan masuk ke bagian konfigurasi router. Jika diminta mengisi username dan password, defaultnya adalah username = admin, password = password. - Konfigurasi Router Speedy ke mode PPPoE
Konfigurasilah router speedy di bagian WAN, kalo masih pake bridge diganti ke PPPoE.. Lalu next sampai ketemu form isian yang menyuruh kita mengisi username dan password. Isi username dan password tersebut sesuai yang dikasih ISP(Speedy). Kalau passwordmu sudah kamu ubah sendiri, ya yang dipakai password yang sudah diubah ini. Next terus sampai ada tombol save. Klik. Trus restart modem. - Jalankan
netconfigpada shell(sebagai root) untuk mengkonfigurasi network
Setelah menjalankan perintah di atas, kamu akan disuruh mengisi hostname. Isi saja terserah. Kedua, kamu akan disuruh mengisi domain name. isi terserah juga. Selanjutnya kamu akan disuruh setup IP address. Pilih yang DHCP. Selanjutnya tinggal enter sampai selesai. - Jalankan
/etc/rc.d/rc.inet1untuk mengaktifkan konfigurasi network
ketik saja perintah ini/etc/rc.d/rc.inet1 - Minta IP ke ISP
Langkah terakhir, minta IP address ke ISP… caranya dengan pakai perintah :
dhcpcd -d -t 20 eth0
nanti akan dapet IP dari ISP. Nanti akan dapet IP 192.168.1.2. Kalo speedynya dishare nanti IP-nya akan ngikut. Jadi misal untuk komputer kedua IPnya 192.168.1.3 dan seterusnya. Beres.. tinggal browsing
Nanti kalau komputernya dihidupkan pertama kali, kalau pengen langsung dapet IP otomatis dari ISP, nyalain modem dan tunggu sekitar 20 detik baru tombol on komputer ditekan… Kalo lupa dan sudah masuk linux, caranya dapet IP tinggal ulangi langkah 5. Habis itu.. browsing lageee….. heheheheh…
Ubuntu 8.10 – Intrepid Ibex released
Akhirnya Ubuntu Intrepid Ibex(II) rilis juga… Rilisnya kemaren tanggal 30 Oktober 2008. Ubuntu Intrepid Ibex ini punya beberapa fitur baru dan paket-paket bawaannya hampir semua stable…
Nautilus yang dipakai pun baru, yang mempunyai fitur eject CD/DVD ROM dan Flashdisk yang sangat mudah. Tinggal klik icon eject di samping CD/DVD ROM atau Flashdisk yang termount. Selain itu Ubuntu II juga semakin dapat mendeteksi hardware dengan baik, karena kernel yang digunakan adalah kernel 2.6.27-7-generic. Beberapa wifi yang dulu tidak dapat berjalan di Ubuntu Hardy Heron(HH) sekarang sudah bisa berjalan dengan baik di Ubuntu II.
Paket-paket default Ubuntu Intrepid Ibex sudah lumayan lengkap. Ada Open Office tapi masih yang versi 2.4. Sekarang yang versi 3.0 sudah release. Tapi itu tidak masalah karena bisa install sendiri.. Download aja di http://openoffice.org/. Di Ubuntu II juga sudah ada compiz dengan efek-efek animasi desktop yang wah…. ![]()
So, buat apa lagi ragu2 install Ubuntu II. Langsung download aja ISO nya, daripada pesen dari shippit bisa 6-10 minggu datengya.. wuh lama banget.. Trus tinggal cari distributor repository atau cari temen yang rela bantu download repository yang total besarnya kira-kira 5 DVD itu..

